Wisata Mancanegara

7 Tempat Bersejarah Yang Ada Di Thailand

Summary

7 Tempat Bersejarah Yang Ada Di Thailand Tempat Bersejarah Di Thailand – Menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak diminati selama beberapa tahun belakangan ini, Thailand memang telah dikenal luas oleh para pecinta traveling dunia. Bukan hanya dikenal di […]

7 Tempat Bersejarah Yang Ada Di Thailand
IDN times

7 Tempat Bersejarah Yang Ada Di Thailand

7 Tempat Bersejarah Yang Ada Di Thailand
IDN times

Tempat Bersejarah Di Thailand – Menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak diminati selama beberapa tahun belakangan ini, Thailand memang telah dikenal luas oleh para pecinta traveling dunia. Bukan hanya dikenal di kawasan Asia saja, namun negara yang dijuluki “Gajah Putih” ini juga begitu populer hingga ke berbagai negara lainnya di luar Asia. Jumlah wisatawan yang datang tentu tak perlu diragukan lagi, mengingat negara ini memang memiliki beragam pilihan destinasi wisata yang menjanjikan untuk dikunjungi.

Tak hanya wilayah kotanya yang terkenal sebagai pusat perdagangan dan perbelanjaan, Thailand juga memiliki banyak kawasan menarik lainnya untuk dikunjungi. Jika berniat untuk travelling ke luar negeri, maka tak ada salahnya mendatangi negara yang dikenal memiliki pantai dan juga pemandangan yang indah ini.

Bukan hanya itu saja, beragam kuliner Thailand yang terkenal lezat juga tentu sangat menarik untuk dicicipi. Kamu bisa menikmati beragam kuliner terbaik dan juga destinasi menarik yang populer dan telah banyak dikunjungi di negara ini. Segera atur jadwal perjalananmu dan pilihan destinasi wisata yang paling tepat untuk kamu kunjungi di negara ini, agar bisa menikmati travelling yang berbeda dari biasanya.

1. Pulau Rattanakosin

Pulau Rattanakosin
direview.id

Mempelajari sejarah dan mengunjungi museum mungkin dianggap membosankan oleh sebagian orang. Namun, jika berkunjung ke Museum Rattanakosin di Bangkok, Thailand, rasanya menyenangkan.

Ibu kota negara Gajah Putih ini pernah disebut “Rattanakosin”, digunakan pada tahun 1782, dan kemudian diubah menjadi “Krungthep Mahankorn” atau “Bangkok”. Selain itu, “Rattanakosin” juga merupakan nama dari era Dinasti Chakri, di era ini berbagai seni dan budaya terus diwariskan, dikembangkan dan diintegrasikan.

Saat memasuki koridor Museum Rattanakosin, Jumat (6 Agustus 2012), detikTravel kerap memaparkan cerita tentang sejarah Thailand dalam gambar dan tulisan di dinding. Kemudian kita akan diajak masuk ke sebuah ruangan untuk belajar tentang gaya hidup dan karya 12 komunitas Rattanakosin untuk merefleksikan Thailand di era itu.

Nah, yang menarik adalah kita hanya perlu berdiri di lingkungan yang ingin kita ketahui dari peta. Kemudian akan muncul sajian audiovisual seperti yang kita rasakan di jaman itu.

Rattanakosin tersusun atas kebijaksanaan Raja Phra Bhuda Yodfah Julaloke Maharaja (Raja Rama I). Selain tata kota, ia juga meningkatkan moral warga dengan memperkuat unsur seni dan budaya.

Dalam satu ruangan, pengunjung juga akan disuguhi jenis-jenis hiburan rakyat dari era Rattanakosin. Ada pertunjukan wayang golek yang disebut “Nang Tai”, yaitu tari topeng yang menceritakan kisah Ramayana, opera Tionghoa dan sebagainya.

Pengunjung juga akan diajak mengunjungi skala model Grand Palace, yang berisi penjelasan audio visual tentang arsitektur dan fungsi semua sisi istana. Sayangnya, penjelasan ini hanya tersedia dalam bahasa Thai. Namun, beberapa pemandu akan selalu ada, siap menerima pertanyaan selama kunjungan.

Dari luar, bangunan Museum Rattanakosin terlihat sangat tua. Tapi bagian dalamnya terlihat sangat baru. Ruangan tersebut dilengkapi dengan teknologi yang membuat belajar sejarah menjadi membosankan.

Museum Rattanakosin buka setiap Selasa hingga Minggu, dan tiketnya 100 baht atau sekitar Rp 30.000. Tetapi pelajar, biksu, orang cacat dan penduduk berusia di atas 60 tahun gratis.

Baca Juga Artikel : Detinasi Tempat Wisata Di Trawas Kabupaten Mojokerto Yang Harus Dicoba

2. Golden Triangle

Golden Triangle
agonda

Segitiga Emas di Thailand utara terkenal dengan perdagangan dan rute distribusinya ke Asia Tenggara. Sekarang tempat ini menjadi salah satu tempat wisata di Chiang Rai.

Kali ini saya menjelajah Chiang Rai dan sampai di Segitiga Emas Chiang Saen di utara Thailand. Naik bus dari terminal bus Chiang Rai ke Chiang Saen, lalu naik bus Shuangtiao; angkutan umum dengan kapasitas kecil. Disebut “Segitiga Emas” karena wilayahnya merupakan segitiga yang terdiri dari tiga negara yaitu Thailand, Myanmar dan Laos yang dipisahkan oleh Sungai Mekong (Mekong) yang sangat luas. Di masa lalu, Segitiga Emas adalah penghasil opium, dan Sungai Mekong digunakan sebagai jalur perdagangan dan jalur distribusi opium yang sangat populer ke Asia Tenggara.

Namun, Segitiga Emas sebagai penghasil dan jalur perdagangan opium hanya tinggal kenangan, dan kini telah menjadi objek wisata. Oleh karena itu, jangan membayangkan melihat ladang opium yang sangat luas di tempat ini, apalagi ingin bertemu dengan pedagang candu.

Wisatawan bisa menyewa perahu motor dari tempat ini untuk berkendara di sepanjang Sungai Mekong. Bahkan wisatawan bisa singgah sejenak di Don Sao, pulau kecil di Laos. Secara kasat mata, ada pancaran air sungai berwarna coklat. Yang terbaik datang ke sini pada pagi hari, karena semakin panas dan lebih banyak turis yang datang.

Di Segitiga Emas juga terdapat patung Buddha raksasa yang duduk di atas perahu. Selain itu, terdapat museum yang tidak jauh dari Segitiga Emas, yang memperkenalkan sejarah peredaran opium, termasuk pengaruh penggunaan opium.

Jika tidak naik kapal uap untuk mengunjungi Sungai Mekong, rasanya seperti mengunjungi Segitiga Emas hanya dalam satu hingga dua jam. Namun, naik transportasi umum dari Chiang Rai ke Golden Triangle memakan waktu, dan memakan waktu sekitar 2 jam sekali jalan. Tidak ada tiket untuk mengunjungi Golden Triangle, namun untuk berkeliling Sungai Mekong dengan menggunakan perahu motor tentunya perlu membayar sewa.

Saya tidak bisa melihat restoran di sepanjang Segitiga Emas hanyalah warung kecil yang menjual makanan ringan. Namun, kios suvenir berlimpah. Oleh karena itu, jika ingin berkunjung ke Segitiga Emas, sebaiknya persiapkan bekal makanan dan minuman. Perjalanan yang jauh tidak serta merta perlu mencari makanan yang tepat, namun dapat menyebabkan tubuh mudah masuk angin. Untuk mengatasi flu, kemanapun saya bepergian, saya selalu mengkonsumsi “Refusal Wind” setidaknya sekali sehari.

3. Ayutthaya

Ayutthaya
planetware

Saat kami menginjakkan kaki di Bangkok, Thailand, langit sudah hitam dan hujan menyinari kami. Cuacanya sejuk dan cenderung dingin Butuh 1,5 jam berkendara menuju destinasi pertama kita di utara Bangkok yaitu Ayutthaya atau kota kuno yang terasa sangat nyaman.

Tanpa melangkah ke lingkungan magis ini, kunjungan ke Thailand tidaklah lengkap. Jika bosan dengan turis dan keranjingan bar di seluruh Bangkok, reruntuhan Ayutthaya adalah pilihan yang tepat. Ini dulunya adalah ibu kota Kerajaan Siam sebelum pindah ke Bangkok dan dapat dengan mudah bermalam.

Ayutthaya adalah sebuah daratan yang dikelilingi oleh tiga sungai, salah satunya adalah Sungai Chao Phraya yang legendaris, yang mengalir melewati kota Bangkok. Pada abad ke-14, Ayutthaya berkembang menjadi kerajaan yang besar dan kuat di Asia Tenggara, meliputi Thailand, Laos, sebagian Myanmar dan Kamboja. Di masa kejayaannya, Kerajaan Ayutthaya berhasil menghancurkan Kerajaan Angkor di Kamboja.

Sisa-sisa kejayaan Ayutthaya dapat dilihat dari reruntuhan bangunan yang masih terawat hingga saat ini. Di tempat ini banyak terdapat candi Buddha dengan pagoda atau candi seperti lonceng. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Ayutthaya ditaklukkan dua kali oleh Kerajaan Myanmar. Pada 1767, penaklukan kedua Burma selama 14 bulan berhasil menghancurkan kota tersebut.

Tentara Burma menghancurkan dan membakar kota. Pada akhirnya setelah menduduki Burma, panglima perang Ayutthaya berhasil mengusir tentara Burma dan mendirikan Dinasti Chakri, kemudian memindahkan pusat kerajaan ke Bangkok.

Jika sudah lelah berjalan-jalan di sekitar tempat ini, kamu bisa menyewa sepeda hanya dengan 50 kamar mandi. Anda bisa mengendarai sepeda dan menikmati gaya kota di masa lalu. Wat Phra Si Sanphet (Wat Phra Si Sanphet) adalah salah satu tempat yang paling rusak dan tidak terlalu rusak di daerah tersebut. Ada tiga candi besar di tempat ini. Tak jauh dari Wat Phra Si Sanphet (Wat Phra Si Sanphet), di Wat Phra Mahatat (Wat Phra Mahatat), terdapat patung kepala Buddha yang melilit akar pohon besar. Secara visual pemandangan ini terasa sangat eksotis.

Saat ini, Ayutthaya terdaftar sebagai salah satu kota paling Muslim di Thailand. Tak sulit menemukan masjid di tempat ini. Ternyata umat Islam tinggal di tempat ini jauh sebelum Ayutthaya dihancurkan oleh tentara Burma. Ketika Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan tempat itu sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1981, kota itu sepenuhnya dipulihkan.

Penduduk setempat mempercayai cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi.Jika bumi berguncang atau gempa bumi, fenomena ini bukanlah bencana alam, melainkan bagian dari atmosfir spiritual. Pemandu wisata yang membawa kami mengatakan bahwa penduduk percaya bahwa ada buaya besar di bawah Ayutthaya. Umat ​​Hindu dan Budha mempercayai keberadaan hewan ini. Jika terjadi gempa, warga akan segera memberikan produk untuk menenangkan hewan tersebut.

Baca Juga Artikel : 5 Wisata Outbound di Bogor yang Seru dan Menantang

4.Phimai

Phimai
tripadvisor

Thailand adalah salah satu negara berkembang di Asia Tenggara, dengan jutaan inspirasi dan perjalanan sejarah.

Thailand merupakan salah satu Negara berkembang di Asia Tenggara yang memiliki sejuta inspirasi dan wisata sejarah.

Sejarah sejarah ini mampu menjadikannya sebagai Negara tujuan wisata yang tengah popular. Apalagi jika mengingat suasana kental khas yang dapat anda rasakan saat berada di Thailand.

Salah satu wisata sejarah yang dimiliki Thailand ini adalah Phimai Hystorical Park. Tempat wisata ini berada di Jalan Nai Mueng, Phimai, Nakhon Ratchasima, Thailand.

Tempat wisata ini merupakan sebuah areal bangunan candi. Areal Candi ini merupakan salah satu peninggalan sejarah kuno terbesar di Thailand. Dan merupakan peninggalan dari kerajaan Khmer di Thailand.

Phimai Hystorical Park ini mirip dengan Candi Angkor Wat. Namun dengan ukuran yang lebih kecil. Mengapa demikian ? Letaknya yang berada di perbatasan Kamboja, menjadi bukti adanya Kerajaan Khmer. Yang berarti Candi ini memiliki ikatan kuat bukti peninggalan nenek moyang mereka yang berasal dari kerajaan yang sama.

Candi ini dibangun sekitar abad ke – 16 pada masa pemerintahan Raja Surioyawan I. Candi ini terbuat dari batuan pasir yang memiliki empat magnet muka utaman.

Pada Abad ke – 18 bangunan ini mengalami renovasi dan perluasan. Renovasi ini dilakukan atas dasar persetujuan dari Raja Chairowaman VII. Sehingga bagian dalam dari Candi ini terlihat seperti Komplek – Komplek.

Candi megah ini mempunyai konsep pembangunan yang sangat unik. Konsep ini mengusung gaya Baphuon. Gaya ini identik dengan bangunannya yang dibuat rapi dengan alur persegi panjang. Dalam bentuknya terdapat beberapa puncak yang agak tinggi untuk menandakan kemegahan dari setiap candi yang dibangun.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dan tidak adanya lagi pemerintahan kerajaan. Komplek Phimai Hystorical ini menjadi tak terurus dan terbengkalai. Bahkan sampai terlupakan oleh masyarakatnya sendiri.

Namun setelah masa kerajaan berakhir, Komplek Candi ini dijadikan sebagai taman wisata sejarah oleh pemerintah setempat.

Phimai Hystorical ini menjadi bukti sejarah awal mula kedatangan nenek moyang mereka. Yang sampai saat ini dikenal dengan Phimai Hystorical Park, Thailand.

5.Phu Phra Bat

Phu Phra Bat
wikipedia

Taman Sejarah Phu Phra Bat terkenal dengan formasi batuan abnormal yang dibentuk oleh erosi bawah air 15 juta tahun yang lalu. Fupa Bat digunakan sebagai kanvas untuk seni dan pemujaan keagamaan. Lukisan-lukisan ini mudah dibedakan pada banyak bebatuan, ada pula yang pudar. Diyakini bahwa lukisan tertua dapat ditelusuri kembali ke 6000 tahun yang lalu.

Selain situs prasejarah ini, bukti budaya Dvaravati dan Khmer dapat ditemukan di kuil dan kuil taman. Ur Nang Usa adalah formasi batuan paling terkenal di taman. Menurut legenda, seorang raja terlalu dilindungi dan memaksa putrinya untuk tinggal sebelum bisa melarikan diri.

6. Phanom Rung

Phanom Rung
wikipedia

Phanom Rung adalah taman bersejarah di Isaan, dan terkenal dengan pelestarian arsitektur Khmer yang benar-benar menakjubkan yang dibangun antara abad ke-10 hingga ke-13. Pada dasarnya, Phanom Rung adalah kompleks candi yang dipengaruhi berbagai agama dan budaya.

Bangunan-bangunan di Phanom Rung diatur sedemikian rupa untuk mencerminkan penataan surga dewa Dewa Siwa, sementara gambar-gambar dewa Wisnu juga tampak jelas. Struktur Phanom Rung termasuk Gedung Gajah Putih, jalan setapak prosesi kerajaan, dan tiga jembatan naga yang melambangkan hubungan antara langit dan bumi.

7. Muang Singh

Muang Singh
renow travell

Taman Sejarah Muang Singh adalah rumah bagi dua kuil Khmer dan dua monumen lainnya, yang menandai perbatasan barat kekaisaran Khmer kuno dan mungkin berfungsi sebagai benteng militer. Selain bangunan Muang Singh sendiri, banyak peralatan, artefak rumah tangga, patung Buddha, dan bahkan tulang prasejarah ditemukan di sekitar taman, beberapa di antaranya dapat dilihat di museum di situs tersebut.

Prasat Muang Singh adalah candi utama, dibangun dengan gaya Bayon Angkor, dan menara pusat atau menara loncengnya melambangkan Gunung Meru, pusat alam semesta dalam sistem kepercayaan Hindu. Ada kuil Khmer lain di taman tersebut. Meskipun hanya tersisa sedikit reruntuhan, diyakini telah dibangun antara abad ke-12 dan ke-14.

Inilah beberapa monumen bersejarah yang wajib dikunjungi saat liburan di Thailand. Bagi yang suka sejarah, jangan sampai ketinggalan