Wisata Mancanegara

5 Wisata Malam Teramai di Thailand

Summary

5 Wisata Malam Teramai di Thailand   Wisata Malam Teramai di Thailand – Thailand memang menjadi salah satu negara yang paling disukai wisatawan di Asia untuk menjelajahi kuliner, dan wisata-wisata yang ada di Thailand juga memiliki sejarah yang menambah pengetahuan […]

5 Wisata Malam Teramai di Thailand
pinterest

5 Wisata Malam Teramai di Thailand

5 Wisata Malam Teramai di Thailand
pinterest

 

Wisata Malam Teramai di ThailandThailand memang menjadi salah satu negara yang paling disukai wisatawan di Asia untuk menjelajahi kuliner, dan wisata-wisata yang ada di Thailand juga memiliki sejarah yang menambah pengetahuan wisatawan saat berkunjung ke Thailan. Setelah menjelajahi keindahan bangunan budha di Thailand, biasanya wisatawan malam nya akan mencari objek wisata malam di Thailand. Nah dari pada kalian diam di hotel saja, mending berkunjung ke wisata malam yang ada di Thailand ini

Terutama di ibukota Negara Gajah Putih ini, yaitu Bangkok.Bangkok merupakan kota dengan jumlah wisatawan terbanyak kedua setelah Hongkong.

Sebagai kota metropolitan, Bangkok memang menyediakan berbagai macam wisata yang mampu memanjakan pengunjungnya.tidak cuma ladyboy yang tersohor di dunia, Bangkok juga terkenal dengan wisata sejarahnya, wisata belanja, hingga wisata malamnya.

Wisata ‘malam’ inilah yang lekat dengan daerah-daerah red district dimana bar-bar berjejer di sepanjang jalan. Setidaknya ada tiga tempat wisata ‘malam’ yang terkenal di kota ini.

1. Chinatown

Chinatown
tripadvisor

Keberadaan pecinan di berbagai negara kerap menarik perhatian masyarakat. Bangkok, Thailand tidak terkecuali. Suasananya berkunjung dan mencoba makanan Pecinan Bangkok di malam hari sungguh menyenangkan!

Bangkok Chinatown terletak di Yaowarat, Distrik Samphanthawong, Bangkok, Thailand. Dari restoran mahal hingga street food, ada banyak tempat yang layak untuk dijelajahi di sini. Chinatown didominasi oleh restoran Thailand dan China. Sebagian besar turis duduk dan berkeliaran di restoran pada malam hari, mengagumi jalanan Chinatown Bangkok sambil menikmati berbagai makanan di luar restoran.

Bagi wisatawan yang suka menyantap jajanan, ada berbagai jajanan pinggir jalan yang sangat menggiurkan. Aneka jajanan, seperti ketan mangga, chestnut, pengawet, dll. Menarik untuk ditemui seorang street painter di sudut-sudut detikTravel. Pelukis jalanan bernama Jonathan Thailand. Dia melukis dengan cat air, dan harganya masing-masing 200 baht.

Area Chinatown Bangkok dimulai dari siang hingga 01:00 pagi. Biasanya digunakan untuk grosir kosmetik, aksesoris dan mainan di siang hari. Bersamaan dengan itu, pada malam hari, berubah menjadi area memasak: “Untuk Imlek jalannya ditutup. Ada barongsai, parade, dll.”

Jika berencana mencicipi makanan di Pecinan Bangkok, mohon siapkan perut kosong, karena akan banyak jajanan yang enak.

2. Khosan Road

Khosan Road
whats on

Bangkok dan pasar malamnya saling terkait erat. Salah satunya adalah Khao San Road yang merupakan pusat wisata ibu kota Thailand.

Area Jalan Khao San di Bangkok terkenal dengan “surganya para backpacker”. Meskipun Bangkok terkenal dengan pasar malamnya, Jalan Khao San adalah salah satu pasar malam tertua di Bangkok. Jalan Khao San dulunya adalah tempat perdagangan beras sebelum dikenal sebagai kawasan backpacker dan pasar malam. Inilah mengapa dinamai Khao San, karena “Khaosan” artinya mesin penggilingan padi.

Awal pembentukan Jalan Khao San termasuk tempat-tempat murah untuk menginap, termasuk hotel dan hotel. Baru beberapa waktu kemudian banyak pedagang mulai menjual makanan dan suvenir mereka dari Bangkok. Akhirnya, bernama Pasar Malam Jalan Khao San. Pasar Malam Jalan Khao San buka setiap malam. Tidak hanya ramai pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi juga selalu ramai dan tidak pernah sepi setiap malam.

Di Jalan Khao San, Anda bisa menemukan segala sesuatu yang berbau Thailand. Dimulai dengan ketan mangga, pancake khas Thailand, air kelapa, pijat ala Thai, Anda bisa menemukan makanan ekstrim seperti serangga dan buaya di alam terbuka. Berbagai bar dan kafe bertebaran di sekitar warung pinggir jalan. Untuk makanan ekstrim, tidak semua warung memperbolehkan pengunjung untuk mencatat tanpa membeli. Tidak perlu membeli dokumen harganya sekitar 50 baht.

Baca Juga Artikel : 5 Wisata Pantai Terbaik Di Dekat Bangkok Thailand

Di Jalan Khao San, kita bisa melihat orang-orang dari berbagai negara berkumpul dan berinteraksi. Dari India, Arab, Cina, Korea hingga orang asing, semua ada di sini. Bahkan warga sekitar pun tidak mau nongkrong setelah selesai kerja di sini. Malam lebih meriah. Saya sendiri kaget dengan orang banyak di sini. Jika Anda suka mengambil foto landscape pada malam hari, maka pemotretan di sini sangat menarik.Selain itu, saya juga menemukan tempat untuk mengunggah foto di gang-gang Jalan Khao San. Karena itu, jika ingin memahami kota Bangkok, tidak sah jika belum menginjakkan kaki di Jalan Khao San.

3.Asiatique The Riverfront

Asiatique The Riverfront
BK Magazine

Bisa dibilang, Sungai Chao Phraya adalah arteri utama warga Thailand. Apalagi di masa lalu. Pada tahun 1900-an, sungai yang membelah kota Bangkok menjadi jalur perdagangan utama, terutama pada masa kejayaan Kerajaan Siam. Di era ketika ada lebih banyak perahu daripada kereta kuda, penduduk pasti mencoba mendulang emas dari aktivitas perdagangan di sepanjang sungai.

East Asia Company adalah salah satu terminal terkenal. Pemiliknya adalah warga negara Jerman bernama Hans Nieler Andersen. Konon inilah terminal internasional pertama yang menghubungkan Kerajaan Siam dengan negara-negara Eropa.

Namun, zaman telah mengikis segalanya. Pedagang secara bertahap beralih dari jalur sungai ke jalur darat dan udara. Perlahan, dermaga ini pun ikut mati. Seabad setelah masa kejayaannya, sebuah kendaraan rekreasi bernama Asiatique The Riverfront dibangun di tempat yang sama. Dibuka pada pertengahan 2012,Area rekreasi ini menggabungkan konsep pasar malam dan pusat perbelanjaan.

Melangkah ke Asiatique di Charoen Krung Road, pengunjung akan dihadapkan pada bangunan bergaya gudang dengan deretan restoran terbuka di depannya. Mereka mencoba menggoda dengan berbagai macam masakan. Di dalam “gudang” tersebut terdapat lebih dari 1.000 kios yang menjual berbagai macam barang, antara lain pakaian, suvenir, dan aksesori unik.

Di ujung paling kiri gudang, ada bianglala besar bernama Asiatique Sky. Menjulang di ketinggian 60 meter, Anda bisa melihat lanskap kota Bangkok dari ketinggian. Di sebelahnya, berdiri kokoh sebuah bangunan tua yang sengaja ditinggalkan disana. Bangunan tersebut merupakan bangunan asli pada masa kejayaan perusahaan Asia Timur tersebut.

Hal yang paling mengasyikkan adalah saat matahari terbenam, menghabiskan sore di restoran di tepi sungai, memesan minuman menyegarkan, dan menikmati pemandangan perahu yang lewat. Sore harinya kita bisa makan malam di area yang sama, atau masuk ke area indoor dimana restoran berada, yang menawarkan masakan Jepang hingga Itali.

Untuk kawasan perbelanjaannya sendiri, Asiatique terbagi menjadi 4 area yaitu kawasan tepi laut dengan lampu neon Asiatique yang ikonik. Ada juga alun-alun kota, Charoenkrung, dan pabrik.

Dari segi harga komoditas, itu setara dengan berbagai barang serupa yang ditemui turis di mal perbelanjaan Platinum atau MBK Bangkok. Artinya, ini sedikit lebih mahal daripada pasar malam. Tapi kalaupun kita tidak bisa tawar menawar di pasar malam, kita tetap bisa tawar menawar.

Tak pelak, Asiatique memang telah memenangkan suasananya dibandingkan tempat-tempat belanja lainnya di Bangkok. Di area tepi pantai saja, semua pengunjung bisa berfoto dengan pemandangan kota Bangkok yang remang-remang di pinggir dermaga dan semilir angin sejuk di rumah.

Setelah lelah seharian, saya mengunjungi ibu kota Negeri Gajah Putih tersebut. Asiatique bisa menjadi destinasi yang ideal untuk mengakhiri hari dengan suasana tepi sungai yang sejuk.Jika masih punya cukup tenaga, silahkan lanjutkan berbelanja di sini.

4. Talad Neon Night Market

Talad Neon Night Market
Expiqiu

Tak kalah dengan Malaysia dan Singapura, traveller asal Indonesia juga banyak menyasar negara tetangga Thailand. Ada banyak tur menarik di negara ini untuk Anda. Sederet pagoda cantik menghadirkan kenikmatan kuliner unik. Tallard Neon adalah salah satu tur yang harus dilihat. Coba kita lihat seperti apa tempat ini?

Perjalanan belanja yang memuaskan menjadi salah satu destinasi yang menarik wisatawan ke Thailand. Harga di banyak pusat suvenir Bangkok sangat rendah. Saat membeli barang lucu sebagai hadiah untuk orang tersayang atau bahkan menggunakan diri sendiri, Anda akan membuat diri Anda lupa. Salah satunya Talad Neon yang merupakan pasar malam surga belanja yang semakin ramai pada malam hari dan semakin aktif. Akan ada tarian untuk menyambut Anda di depan pasar. Dan persiapkan tenaga untuk berkeliling di sekitar ratusan warung.

Tidak seperti pasar lainnya, warung Talad Neon Light menjual lebih banyak makanan dan makanan khas Thailand. Salah satunya adalah warung yang penuh dengan mangga kuning. Ketan mangga wajib dicoba, yaitu sejenis ketan yang dimakan dengan irisan mangga segar. Pasar malam ini menjadi destinasi yang wajib dilewati wisatawan ke Bangkok. Begini, lho, banyak sekali turis di tempat ini. Pastikan Talad Neon ada di list tujuanmu, haha.

Talad Neon adalah surga bagi pecinta makanan. Dari makanan berat hingga makanan ringan seperti kentang goreng. Namun, tolong jangan salah paham, di sini Anda akan menemukan kentang yang dibenamkan ke dalam lelehan keju, seperti terlihat pada gambar. Camilan terkenal lainnya di Thailand adalah kue ikan. Kue pancake berbentuk ikan ini bahkan sudah banyak dijual di Indonesia. Biasanya es krim ditambahkan agar lebih enak. Namun jika tidak mencobanya langsung di tempat asalnya, belum lengkap rasanya. Apa kamu setuju?

Jika Anda ingin bepergian secara ekonomis, Thailand adalah negara yang perlu dipertimbangkan. Banyak makanan dan tempat menginap yang terjangkau. Di sekitar Pasar Talad terdapat sebuah penginapan unik yang hanya seharga 200.000 per malam yaitu Glur Watergate Hostel. Selain itu, ada juga Pratunam Metro Boutique Hotel yang menawarkan kamar yang bisa dipakai bersama dengan wisatawan lain. Keduanya terletak di area 10400 Ma k Kasan Krung Thep Maha Nakhon, hanya 3 menit berjalan kaki dari Talad Neon.

Baca Juga Artikel : 10 Makanan Khas Thailand dan Tempat Wisata Kuliner di Bangkok

Jangan khawatir kehabisan destinasi saat berlibur di Bangkok. Setelah Anda selesai menjelajahi daerah tersebut, lampu neon Tallard akan menjadi tujuan akhir Anda di malam hari. Tak jauh dari situ tepatnya ada Kehidupan Laut Bangkok di Jalan Khwaeng Pathum Wan. Tempat wisata seperti Jakarta Sea World juga sayang. Atraksi lain yang harus dikunjungi adalah Madame Tussauds.

5. Walking Street

Walking Street
TripAdvisor

Tak kalah dengan Malaysia dan Singapura, traveller asal Indonesia juga banyak menyasar negara tetangga Thailand. Ada banyak tur menarik di negara ini untuk Anda. Sederet pagoda cantik menghadirkan kenikmatan kuliner unik. Tallard Neon adalah salah satu tur yang harus dilihat. Coba kita lihat seperti apa tempat ini?

Perjalanan belanja yang memuaskan menjadi salah satu destinasi yang menarik wisatawan ke Thailand. Harga di banyak pusat suvenir Bangkok sangat rendah. Saat membeli barang lucu sebagai hadiah untuk orang tersayang atau bahkan menggunakan diri sendiri, Anda akan membuat diri Anda lupa. Salah satunya Talad Neon yang merupakan pasar malam surga belanja yang semakin ramai pada malam hari dan semakin aktif. Akan ada tarian untuk menyambut Anda di depan pasar. Dan persiapkan tenaga untuk berkeliling di sekitar ratusan warung.

Tidak seperti pasar lainnya, warung Talad Neon Light menjual lebih banyak makanan dan makanan khas Thailand. Salah satunya adalah warung yang penuh dengan mangga kuning. Ketan mangga wajib dicoba, yaitu sejenis ketan yang dimakan dengan irisan mangga segar. Pasar malam ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bangkok. Saya tahu tidak banyak turis yang berpose di tempat ini. Pastikan Talad Neon ada di list tujuanmu, haha.

Talad Neon adalah surga bagi pecinta makanan. Dari makanan berat hingga makanan ringan seperti kentang goreng. Namun, tolong jangan salah paham, di sini Anda akan menemukan kentang yang dibenamkan ke dalam lelehan keju, seperti terlihat pada gambar. Camilan terkenal lainnya di Thailand adalah kue ikan. Pancake berbentuk ikan ini bahkan sudah banyak dijual di Indonesia. Biasanya es krim ditambahkan agar lebih enak. Namun belum lengkap rasanya jika tidak mencobanya langsung di tempat produksinya. Apa kamu setuju?

Bagi yang pernah ke Thailand, mungkin sudah tidak asing lagi dengan jalan-jalan. Di malam hari, di jalan pantai Pattaya ini, hiruk pikuk pesta begitu nyata, menikmati tarian yang menggoda.

Agensi perjalanan sepertinya sengaja menjebak kami di Teluk Siam. Pintu belakang hotel hanya berjarak beberapa meter dari jalan pejalan kaki, jadi dari lantai dua ke atas, Anda benar-benar bisa melihat hiruk pikuk jalan kaki. Tetapi jika Anda tidak suka “menikmati”, itu tidak bagus
Di tempat “atau langsung.

Jalannya tidak lebih dari 1 km, dan malam menjadi semakin sibuk. Ada bar dan diskotik di sekitar. Musiknya mengejutkan, bersaing dari satu tempat ke tempat lain. Turis dari Asia, Timur Tengah, dan Eropa lewat.

Pada hari Selasa tanggal 26 Juli 2011, saya berjalan di jalan ini dengan beberapa orang. Di ujung jalan, banyak wanita berpakaian polos menyambut kami. Mata mereka berputar-putar, seperti elang mencari mangsa.

Di dekat wanita tersebut, seorang pria bernyanyi dalam bahasa setempat tanpa diiringi musik. Dia memakai pakaian yang indah. Itu sangat keren. Jangan pernah peduli dengan orang yang lewat. Kami pikir dia gila, tapi dia adalah artis jalanan. Satu atau dua orang menaruh kembalian di sampingnya.

Di pinggir jalan, perempuan berbusana seksi berteriak dalam bahasa setempat. Mereka menempelkan selembar kertas dengan tarif, dalam baht Thailand. Ada yang 39 baht, 60 baht sampai 99 baht (1 baht sekitar Rp 300). Meski mereka tidak tahu artinya, mereka bisa menebak. Mereka mengundang pejalan kaki untuk parkir.

Wanita di tempat ini tampaknya “diskriminatif”. Bagi orang asing, mereka merasa marah saat berpegangan tangan, berpelukan, dan terkadang berciuman. Bahkan orang asing lewat begitu saja. Tapi bagi orang Asia, mereka hanya melihat-lihat. Orang Asia merespons saat mendekati atau mengajukan pertanyaan.

Di beberapa bar, kamarnya penuh sesak. Beberapa wanita berpakaian polos sedang menari di atas meja. Semakin banyak mereka melihat, semakin berani mereka bertindak.

Meski liar, “penghuni” jalan ini cukup tertib. Pemerintah setempat mewajibkan pada pukul 02.00 pagi, semua harus tutup. Oleh karena itu, sebelum batas waktu, mereka dan wisatawan secara bertahap berhenti berkumpul. Mulai pukul 02.00, jalanan ini sangat sepi. Aktivitas tersebut berlanjut dari pagi hingga malam
Tempat ini digantikan oleh kendaraan yang melintas.

Pattaya adalah kota pesisir, sekitar 140 kilometer dari ibu kota negara Bangkok. Dengan bus, Anda bisa mencapai kota kecil seperti Kuta di Bali ini dalam waktu 2 jam. Unggulan perjalanan, kehidupan malam.